Rabu, 30 Oktober 2013

Memilih Soundcard Recording

1. Apa Fungsi Soundcard/Audio Interface kamu ?

Nah ini nih, lu kudu ngerti, lu beli soundcard buat apa nih? buat iseng kah? mau buat bikin-bikin lagu aja, atau lu beli soundcard buat studio recording lu yang kerjaannya ngetake tiap hari dengan banyak input ? jangan sampe lu beli soundcard/audio interface buat studio gede macem UAD Apollo tapi kerjaan lu di rumah cuma ngetake gitar aja tiap hari, wah kalo kaya gitu mending make M-Audio fast track aje bro 8 , So kenalilah kebutuhan lo, jangan ampe lu beli soundcard jadi mubazir nanti hahahaha, mendingan uangnya lo sedekahin az, kita mati bawa amal sedekah, bukan bawa soundcard bro, hahaha

2. Tentuin Budget bro!!

nah udah tahu nih kebutuhan mu apa, sekarang waktunya hunting soundcard yang mau kamu pilih sesuai budget yang kamu punya, kalo memang budgetnya ga kuat beli yang mahal ya jangan dipaksain , mending beli aja yang bisa loe beli, intinya bisa ngutak ngatik audio dah !! pokoknya beli yang sesuai dengan budget yakk, jangan dipaksa beli mahal-mahal hehehe, Andaikan semisal mau ganti ke level yang lebih tinggi, seEnggaknya lo bisa jual soundcard lu yang tadi kan, tukar tambah, hehehe

3. Cari Soundcard dengan Dynamic Range (DB) yang tinggi

Woi dynamic range apaan tuh???? hahaha tanya si engkong mu dulu az , Nah buat agan-agan semua penting banget buat beli soundcard dengan dynamic range yang tinggi, minimal sih yang rangenya di atas atau sama dengan 96 DB. pokoknya cari yang dynamic rangenya besar yaaa, katanya sih suara makin luas dan bunyi makin muantabbbb kalo dynamic range tinggi

4. Kalo bisa inputnya banyak yaaa...


Beli soundcard walaupun murah tapi kalo input instrumennya dikit, bakal ga nyaman juga bro , So cari aja yang input instrumen nya banyak, saat ini banyak kok tipe soundcard murah yang nyedia'in input cukup banyak, baru-baru ini aja behringer ngeluarin behringer mixer 302 USB bisa jadi mixer sekaligus soundcard, dan chanelnya banyak ! dipasaran masih 600an ribu , murah kan? hehehehe

5. Phantom Power !! 48v !! it’s a must !!


pengertian phantom power cari di google yakkk, jangan lupa kalo beli soundcard cari yang ada phantom powernya yah, soalnya kalo ga ada lu ga bisa ngetake vokal pake mic condenser hehehehe, kenapa ga bisa? karena mic condenser butuh tegangan tambahan untuk bisa dipake, nah tegangan itulah Phantom power

6. Lihat Review Produk di Youtube dan Internet


di youtube banyak banget review barang elektronik dari hape ampe alat musik dan alat recording, nah dari sini lu bisa nyari tuh soundcard mana yang cocok ama lo, misal lo mau beli soundcard M-box pro tapi lu ragu, ya liat aja reviewnya di youtube dengerin contoh sampel sound output dari converter itu, dan rasain cocok ga sama lo, kalo cocok angkut !! owh iya mungkin ada diantara lo yang pernah denger bahwa, merek soundcard X lebih bagus dari Z, yaa kalo masalah begitu sih selera coy, lu ga bisa ngejudge suatu merek kalo lu belum denger, buat gw ga ada yang jelek dari semua merek soundcard untuk recording, dan ga ada yang terbagus juga, semua ada kelemahan dan kelebihan, yang ada juga “Soundcard favorit kita” hehehehe

Membuat Recording di rumah atau home recording

Judul diatas terasa berlebihan ha ha ha. Tidak apa apa, namun demikian begitulah faktanya. Sekarang ini, di jaman yang serba digital, segala sesuatunya menjadi sangat mudah. Di era digital ini, semua serba terjangkau. Anak anak band tak harus pergi ke studio rekaman untuk membuat demo lagunya, bahkan yang tidak bisa main alat musikpun, asalkan mengerti nada nada musik dan ahli menggunakan mouse dan keyboard, bisa menghasilkan sebuah racikan instrumen yang cantik :D . Bagi kawan kawan musisi yang ingin segera membuat demo lagu dengan biaya yang murah, berikut adalah kebutuhan yang harus anda miliki:
1. Laptop atau komputer :D
Laptop atau komputer ini tentu saja menjadi syarat nomor satu karena namanya saja mau buat rekaman di jaman digital :D . Jadi ya perlu komputer, bukan tape deck lagi :D . Spesifikasinya yang bagaimana? gampang, beli aja yang RAMnya ya.. minimal 2 Giga, Harddisk dengan kapasitas yang besar, 500 Giga udah lebih lebih tuh, terus Soundcard yang bagus, hm.. kayaknya produknya realtek udah cukup.
2. Software DAW (Digital Audio Workstation)
Setelah Laptop atau komputer udah ada, berikutnya yang harus dimiliki adalah DAW untuk memproses track rekamannya. Softwarenya bisa macam macam, yang paling sering dipakai adalah Nuendo 4, Cubase 5, dan FlStudio. Memang masih ada yang lain lagi dan banyak yang gratisan dan berbayar.
3. Guitar Effects
Berikutnya yang juga penting adalah software efek gitar untuk komputer. Dengan software efek gitar tersebut, anda tidak perlu lagi membeli efek gitar yang biasanya perlu diinjak dulu untuk menggunakannya :D . Untuk kebutuhan yang minimalis, gunakan saja Guitar Rig 5 atau juga bisa menggunakan Overloud TH1. Tapi, sepertinya Guitar Rig 5 lebih bisa diandalkan.
4. Alat musik
Berikutnya tentu saja alat musiknya. Minimal harus ada gitar elektrik. Mengapa minimal kok harus ada gitar elektrik? karena hampir semua suara alat musik bisa diwakili dengan suara MIDI yang bisa dibuat menggunakan flstudio. Suara gitar sebenarnya juga bisa diwakilkan dengan file MIDI yang dibuat menggunakan Flstudio, namun, gitar adalah alat musik yang dinamis. Gitar memiliki teknik seperti bending, legato, dll yang tidak bisa diwakili dengan mudah menggunakan MIDI editor.
5. Software MIDI Ezdrummer
Nah, drum set kan juga mahal tuh, bagi yang memiliki uang berlebih ya silakan saja merekam permainan drumnya, tapi, itu tidaklah gampang dan hasilnya juga belum tentu bagus karena proses rekaman yang kurang bagus pula. Kenapa susah? jangan dikira merekam permainan drum itu gampang, bagi drummer pemula yang latihan otodidak dan asal pukul aja akan mengalami masalah dengan metronome yang digunakan untuk mengatur tempo. Pasalnya biasanya drummer pemula itu permainannya lambat cepat berubah ubah tidak sesuai tempo yang nantinya kalau digabung tracknya dengan track gitar dan instrument lainnya misalkan menjadi tidak seimbang, kadang labat kadang kecepetan. Nah, maka dari itu perlu dikomputerisasi juga yaitu menggunakan drum MIDI dari Ezdrummer. Ez drummer memiliki suara yang benar benar mirip drum asli karena memang sebenarnya suara drum betulan yang direkam terpisah antara suara snare, cymbal, kick, dan lainnya. Untuk bisa digunakan, Ezdrummer harus dibuka menggunakan cubase, nuendo, atau flstudio sebagai VST plugin. Caranya bagimana? cari saja tutorialnya di musisi.org
Beberapa kebutuhannya bisa didapatkan dari sini secara gratis :D

Selasa, 29 Oktober 2013

Merekam atau memisahkan Addictive Drum di Cubase 5 dan Nuendo 4

Merekam atau memisahkan Addictive Drum di Cubase 5 dan Nuendo 4

Selamat berkunjung di DannyMbole

Addictive Drum
Kali ini  saya akan share bagaimana cara MEREKAM ADDICTIVE DRUM untuk  menghasilkan data audio. Jadi disini track audio kita dapatkan dengan cara MEREKAM/RECORD!!! Bukan dengan Mixdawn. Satu kali merekam untuk dapatkan beberapa Track audio. Tentu saja disini kita akan memanfaatkan  Addictive Drum sebagai sumber suara atau soundsourcenya. Memang selain teknik ini, banyak teknik-teknik lain yang dapat dilakukan.  Misalnya dengan Mixdawn satu per satu Kit Drumnya lalu di import kembali ke dalam Track Cubase/Nuendo.
Hanya saja teknik seperti ini  agak ribet dan makan waktu bagi sebagian orang. Tapi itu semua tergantung dari pilihan masing-masing. Ini hanya satu alternative yang bisa dilakukan.
Nah, Tutorial kali ini akan menjelaskan bagaimana cara Setting Addictive Drum, Setting Mixer dan setting Bus (Vst Connection) Audio interface (Soundcard Eksternal). Dengan cara ini, kita akan merekam data midi dari Addictive Drum yang nanti akan menghasilkan Track audio yang telah terpisah dan berdiri sendiri. Kick sendiri, Snare sendiri, Hihat sendiri sampai dengan overhead juga sendiri.  

Dalam tutorial ini, saya mempergunakan DAW (Software Multitrack) Cubase. Cara ini juga dapat dilakukan dengan Nuendo. Namun bagi anda yang meggunakan DAW Studio One, silahkan baca tulisan saya yang lain yaitu CARA MIXDAWN/EXPORT ADDICTIVE DRUM MENJADI TRACK TERPISAH.
Ok mari kita mulai….
     1. Setelah Cubase/Nuendo terbuka, Buat track Instrumen Addictive Drum dengan cara menekan shortcut F11 atau Klik Device-Virtual Instrumen. Pada Kotak yang terbuka, pilih Addictive DrumCreate.


    2. Klik Tanda panah persis disebelah kiri Addictive Drum, lalu centang Activate All Outputs untuk mengaktifkan semua channel. Pada posisi default, channel-channel ini tidak aktif. Perhatikan bahwa disana terdapat 12 channel. Karena sudah di aktifkan, pada sebelah kiri (pada track) secara otomatis muncul channel Output sesuai dengan nama Kit pada Addictive Drum. Aktifkan juga mixer.  Otomatis disana juga akan muncul channel-channel ini.
    3. Tampilkan Addictive Drumnya. Aktifkan seluruh channel output yang terletak di bagian bawah Mixer  Addictive Drum. Caranya dengan klik pada tanda panah.
    4.  Buat Track audio. 8 Track Mono dan 4 Track Stereo, lalu beri nama sesuai urutan dan nama Kit Addictive Drum.
      5. Buat pattern drumnya atau pilih dari beat yang sudah tersedia di Addictive Drum.
Pada kondisi seperti ini, kita hanya memiliki satu track midi stereo yang berisi  seluruh Kit Drum. Nah ini yang nanti akan kita rekam/Record menjadi track yang terpisah agar nantinya pada saat mixing  kita  lebih bisa mengeksplorasi sound yang diinginkan.
      6. Buka Vst Connection dengan menekan Shortcut F4 atau Klik Device - Vst Connection. Pada bagian Output, Add Buss Mono sebanyak 8 Channel dan Add Buss Stereo sebanyak 4 Channel. Berikan nama sesuai dengan kit-kit yang ada pada Addictive Drum. Mulai dari Kick, Snare, Hi hat, Cowbell dan seterusnya….
Pada kolom Audio Device, Non aktifkan semua channel kecuali yang paling atas.
      7.  Tampilkan Mixer Cubase/Nuendo. Disini kita akan mengarahkan outputnya ke masing-masing track.
     8.  Pada Channel Mixer arahkan input ke masing-masing channel yang tadi kita buat. Kick di arahkan ke Kick, Snare ke Snare dan seterusnya……..
Dengan cara yang sama arahkan pula Outputnya.

      9.  Sekarang aktifkan tombol Record seluruh track audio yang tadi sudah dibuat.
Sebelum merekam, cobalah untuk di Play. Aktifkan Mixer. Perhatikanlah bahwa pada channel-channelnya sudah ada sinyal audio. Atur volume tiap channel jangan sampai ada yang Clipping (volume terlalu keras).

     10.  Jika sudah, maka mulailah merekam Addictive drum dengan menekan tombol Record.
Secara otomatis, track-track audio yang tadi sudah dibuat akan merekam suara yang berasal dari Addictive drum yang berada di track 1 (paling atas).
Nah karena sekarang kita sudah memiliki 12 track audio, Track Instrument addictive Drum paling atas bisa  kita hapus.
Bisa jadi ada beberapa track yang tidak ada audionya. Ini disebabkan karena kita tidak membuat pattern untuk kit ini…….
Misalnya pada track Cowbell tidak audio yang terekam, ini karena Cowbell tidak di mainkan dalam ketukan Drumnya.
Demikian Tutorial cara MEREKAM ADDICTIVE DRUM ini, semoga bermanfaat.
Jika ada pertanyaan atau ingin menambahkan, silahkan poskan komentar pada kotak komentar dibawah tulisan ini.
thanks for mahendraide.